ATM MERAH PUTIH

Yuk mari mengenal project  implementasi ATM bersama bank Himbara atau yang biasanya disebut ATM merah putih

Pada postingan ini saya akan membahas sedikiitt saja tentang apa sih ATM Merah Putih .

Prinsip dan tujuannya sebenarnya sangat positif dan bermanfaat dalam mendukung efisiensi BUMN sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat umum. Kenapa? karena biaya yang dikeluarkan nasabah akan semakin murah dengan fitur layanan yang oke. 

Hal ini merupakan bentuk sinergi alias kerja sama yang diterapkan dalam bisnis perbankan di mana bank-bank BUMN menyatukan diri dalam layanan ATM. 

Saat ini ATM merah putih sudah banyak ditemukan di jabodetabek. Target sampai dengan bulan Desember 2016 rencananya akan diimplementasikan  sebanyak 10.000 ATM Merah Putih di seluruh Indonesia. Wiwww.. banyak kan!

10 ribu mesin ATM tersebut patungan dari empat Bank Himbara, yakni Mandiri, BRI, BNI dan BTN.

Disepakati lokasi ATM publik area yang akan dijadikan ATM Merah Putih adalah ATM stand alone (berdiri sendirian alias mejeng sendiri), ATM Center, dan Mini Market/Convenient Store.  Mesin –mesin tersebut  juga di branding dengan branding ATM Merah Putih, bukan dengan nama Bank asalnya. Walaupun pengelola ATM tersebut adalah masing-masing Bank pemilik mesin ATM. Termasuk lokasi, maintenance mesin, juga monitoring ATM nya apabila terjadi kerusakan/problem.

Besarnya tarif di ATM Himbara Merah Putih ditetapkan lebih rendah loh dibandingkan tarif ATM pada umumnya. Dengan begitu, diharapkan tidak hanya nasabah dari keempat bank itu saja yang menggunakan ATM Himbara, namun juga nasabah di luar Bank-bank tersebut.

Fitur apa saja yang ada pada mesin ATM Merah Putih antara lain : Tarik tunai, transfer, informasi saldo dan payment.

Tarif transaksi sebagai berikut:

  • Tarik Tunai = Rp 500,-
  • Informasi Saldo = free
  • Transfer antar rekening bank yang sama = Rp 500,-
  • Transfer antar bank = Rp 4000,-
  • Payment = Rp 2.500-7.500

Begini penampakannya mesin Atm MERAH PUTIH:

atm-merah-putih

Struk resinya pun tidak lagi menampilkan nama Bank, tapi Jaringannya.

slide5

Nah demikian sedikit ulasannya. Mudah-mudahan menambah wawasan.

Semoga bermanfaat ya 🙂

 

 

Ada Apa Dengan Gerbong Khusus Wanita?

Tulisan ini di copas atas ijin si penulis yang baik hati, Omen @CurhatKRL dari website pribadinya di:
http://curhatkrl.blogspot.com/2013/12/ada-apa-dengan-gerbong-khusus-wanita.html

Dengan segala keprihatinan yang terjadi di hiruk pikuk carut marut (halahh..) transportasi Jakarta, terutama Commuterline tercinta!
Cekidot..

Sejak diluncurkan Agustus 2010 lalu gerbong khusus wanita ini banyak mendapat apresiasi baik dari para penggunanya. Gerbong ini menjawab semua tuntutan para penumpang yang memang di khususkan untuk wanita saja. Para penumpangnya sangat dimanjakan dengan kehadiran gerbong khusus wanita ini, tidak lagi bedesak-desakan dan rebutan tempat duduk lagi dengan para penumpang lawan jenisnya.

Tapi belakangan ini saya sering sekali mendapat mention/laporan mengenai kekejaman yang terjadi di dalam rangkaian commuterline khususnya di gerbong khusus wanita. Entah itu soal AC yang panas atau para pria yang masuk ke dalam gerbong itu bahkan yang lebih miris lagi laporan tentang tidak adanya rasa toleransi sesama wanita di gerbong tersebut. Bahkan ada juga yang sampai kandungannya keguguran di karnakan saking seringnya ga di kasih duduk jadi di gencet sana – sini dalam gerbong wanita.

Untuk apa sih sebenarnya di adakan gerbong khusus wanita itu??

Gerbong khusus wanita itu pada dasarnya di adakan untuk mengurangi tindak pelecehan seksual yang sering terjadi di dalam angkutan umum dan untuk memprioritaskan para ibu hamil dan manula, walaupun sudah di sedikan pula tempat duduk prioritas di gerbong campur untuk orang-orang tersebut.

Tapi belakangan ini gerbong wanita di jadikan tempat untuk membully para wanita-wanita lemah seperti ibu hamil dan manula, seperti hukum rimba yang di berlakukan di dalam gerbong itu sekarang siapa yang kuat dia yang menang dan siapa yang cepat dia yang dapat. Tak ada lagi rasa saling berbagi terhadap sesama dan ada lagi rasa iba terhadap kaum sejenis tak ada lagi rasa saling peduli. Di mana naluri seorang wanita yang lemah lembut itu? Dimana rasa kasih sayang seorang wanita terhadap sesama? Dimana rasa perhatian yang begitu besar dari seorang wanita??

Tak adanya petugas yang berjaga semakin menjadikan gerbong wanita ini laksana neraka bagi mereka yang tak tahan dengan ulah-ulah penumpang usil yang ada di gerbong itu, biasanya ibu-ibu yang suka rusuh itu ibu-ibu yang mempunyai geng tertentu, mereka suka bergerombol dan mengusai beberapa bagian dari gerbong itu.

Tapi emang tidak semua penumpang wanita yang berada di gerbong itu mempunyai sifat egois mau menang sendiri pasti adalah yang mau berbagi masih ada yang mau peduli tapi hanya segelintir saja sisanya…ah sudahlah 😐

Ayo dong buat kamu..kamu..kamu yang sering naik di gerbong wanita kasih contoh yang baik buat penumpang lainnya..ajak temen-teman mu untuk saling peduli untuk saling berbagi terhadap sesama, jangan mentingin diri sendiri ingat kereta ini milik bersama, sama –sama beli tiket sama-sama bayar yang lain juga punya hak terhadap fasilitas yang telah di sediakan oleh pihak terkait.

Yukk mulai sekarang jadilah penumpang yang peka terhadap sekitarmu jadilah penumpang wanita yang peduli terhadap sesama, jadilah penumpang wanita yang kuat yang berani menegur jika ada penumpang yang ga peduli terhadap penumpang lain nya dan berani menyapa penumpang lain untuk memberikan kursinya untuk ibu hamil dan manula.

“ Wanita akan terlihat hebat jika dia peduli terhadap wanita lain di sekitarnya “

Tersenyumlah

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

Pernah gak kamu punya keinginan yang banget_banget? Hampir terobsesi mungkin. Kita berusaha dan berdoa habis-habisan untuk itu. Tiada terasa lagi ngantuk belajar sampe larut malam sampai mata sepet, gak ada rasa malasnya lagi bangun malam untuk sholat dan sholawatan puluhan kali. Berusaha mengeluarkan apapun potensi kita untuk keinginan itu,memaksimalkan doa agar Sang Kuasa mau mengabulkan doa dan keinginan kita. Ikhtiar dan berdoa.

Namun saat waktu penentuannya tiba, ternyata Dia mengabulkan doa kita dengan bentuk yang lain. Bentuk yang bahkan dulu tidak terpikir untuk memintanya. Apa yang mungkin kamu rasakan? Marah dan kesal, juga kecewa luar biasa yang saya rasakan. Rasanya ingin terus menangis dan menyesali diri. Memaki dan mengamuk entah pada apa, entah pada siapa.

Ya Allah..
Kenapa Allah tidak mengabulkan doa saya saja?mengapa malah memberi saya hal lain dari yang didoakan? Mengapa malah memberi cobaan, bukan kebahagiaan yang saya mau? Bukankah saya sudah maksimal berusaha dan bersungguh meminta?(Dalam pikiran saya).

Butuh sekedar hitungan jam untuk menerima keadaan tersebut. Berhari-hari saya dalam keadaan galau konstan. Berusaha tegar pada orang-orang di sekeliling saya, namun sebenarnya di dalam hati kecil remuk dan terluka. Susah menghibur diri, apalagi untuk bersyukur atas keadaan ini. Berhari-hari saya sulit tersenyum, apalagi tertawa. Berhari-hari pula saya sholat hanya untuk menjalani kewajiban saja. Tidak ada khusu didalamnya, tidak ada doa, apalagi merasa bersyukur. Astagfirullah.. (Smoga Allah mengampuni saya, Aamiin)

Seminggu terlewat, Dia pun mulai menunjukan hikmah dibalik ini semua. Saya belajar sabar dan mengikhlaskan. Walau belum tau persis maksud dari keadaan ini, tapi saya harus belajar tawakal. Pelajaran ketiga dari berusaha dan berdoa adalah tawakal. Keadaan dimana kita mempercayakan segalanya pada Allah, mempercayaiNya tanpa perasaan buruk sangka sedikitpun. Karena apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Begitu pula sebaliknya. Beberapa hal mungkin belum bisa kita raih karena banyak hal yang tidak kita tau. Keterbatasan manusia tidak bisa melihatnya, namun Sang Pencipta pasti mengetahuinya.

Tersenyumlah maka hati menjadi senang.
Berbaik sangkalah maka gundah pun akan hilang.
plan

Selamat hari ini kawan!

Keberuntungan yang dialami di usia 20-an

Beruntung.. beruntung.. beruntung! That magic word always lead me to feel blessed. Keberuntungan tidak hanya bersifat materi, pengalaman yang berharga juga terhitung sebagai keberuntungan. Well, pengalaman kan tidak bisa dibeli dengan uang. Kalu bisa dijual seberapa mahal coba?! Hehehehe..
Enam hal yang anda alami di usia 20-an. Itu salah satu judul artikel di majalah perempuan langganan saya, CHIC magazine. Well, usia saya emang udah gak 21 atau 22 tapi kan belum 30 juga, hehehe.. Pertama membaca judulnya saya pikir akan mendapati tulisan-tulisan mengenai masa puber, menstruasi, kehamilan atau apalah gitu. Ternyata saat poin pertama saya baca, tulisannya adalah Lingkaran sosial akan menyempit. Hadooh seperti dicubit kecil di pinggang, sakittt sekali rasanya. Nyess banget dihati saya. Membahas betapa kita sangat memiliki banyak teman saat jaman sekolah dan kuliah, namun sering merasa kekurangan/keterbatasan memiliki teman atau sahabat ketika masa kerja. Itu benerrr banget! Bukannya para sahabat jaman baheula itu menghilang, nggak juga sih. Mereka ada di contact handphone saya, berteman di jejaring sosial,kalau mau ngobrol tinggal telpon atau memulai chat saja. Tapi untuk bertemu rasanya kok sulit banget, dan tidak lain penyebabnya karena kesibukan.
-____-

Poin kedua yg disebut adalah Benci pekerjaan. Pengen ketawa rasanya membaca kata-kata tersebut. Miris, kirain saya aja yang sering (ehh.. kadang) merasa seperti itu. Makin kesini pekerjaan dan tanggung jawab yang dibebankan ke diri kita semakin besar, berbanding lurus dengan stress dan tekanan batinnya of course. Tapiiii.. Artikel itu juga memberi solusi. Coba bayangkan diri kita tanpa pekerjaan itu, bagaimana jadinya? Kalau kita jobless alias nganggur apa akibatnya? Bersyukur saja dengan keadaan. Lebih bagus lagi kalau kita bisa merubah cara pandang kita terhadap pekerjaan tersebut, mudah-mudahan rasa benci itu bisa berubah menjadi cinta. Saya pribadi punya prinsip, nggak ada pekerjaan yang hina atau susah, itu hanya tergantung cara kita melihatnya saja. Kalau kita di uji dengan cobaan berat, berarti kita bakal naik kelas asal sabar. Saya nggak boleh menyerah dengan keadaan,namun keadaan yang harus nyerah sama saya (atau si boss yang nyerah duluan). Hehehehe :p

Dikhianati orang terdekat,
Melakukan sesuatu tanpa pikir panjang,
Bertemu Mr.Wrong, dan
Bertemu orang menyebalkan adalah empat poin selanjutnya. Rasanya lucu mendapati artikel yang begitu real melucuti kehidupan saya. Sukurin! ternyata semua orang mengalami hal yang sama dengan saya di usia 20-an ini. Hihihiihi.. Dikhianati orang, membuat keputusan yang salah, ‘ketemu’ bad boys (i’m sorry to write that word),dan ketemu buanyaak orang nyebelin ternyata hal yang biasa dialami usia segini yah?!

Alhamdulillah saya sudah mengalaminya dan ridho atas hal tersebut. Bersyukur dan merasa sangat beruntung saya masih bisa tersenyum dan menikmati episode-episode hidup sampai saat ini. Semua episode pahit getir tersebut sudah saya alamin dan sudah lewat (atau mau datang lagi). Mudah-mudahan terjadinya hal tersebut dapat menjadi ajang untuk kita semua memperbaiki diri, to be a better man kalo kata judul lagu sih. Hehehe..

Jadi klo ketemu lagi sama orang2 yang sepertinya diciptakan cuma untuk ganggu hidup kita, terus positif thingking aja dan tinggal bilang sama dia, “Hush.. Hush.. Pergi sana. Get a life!”.

🙂

Semua Soal Keberuntungan

“Luck is what happens when preparation meets opportunity” – Seneca, Roman philosopher

Keberuntungan, Beruntung, atau Hoki adalah kata yang terdengar sangat istimewa. Sepertinya semua orang ingin memilikinya. Bahkan ada seorang teman saya yang sedang mengikuti ujian kenaikan grade dikantor menulis di status Twitternya, “Pengen isi ulang Hoki dimana yah?!”. Hahahaha.. Ada-ada saja memang teman saya itu kalau bikin status. Berbekal Hoki rupanya dia ingin lulus dalam ujian kenaikan grade, dan apa hasilnya? ternyata kali itu dia belum dinyatakan lulus. Nah, pada ujian ulang yang diadakan enam bulan setelah itu nggak ada lagi tuh status mau isi ulang hoki lagi di twitternya, yang ada dia malah sibuk belajar dan latihan soal setiap hari. Hasilnya teman saya itu lulus naik grade. Hoki? Bisa jadi, tapi mungkin lebih tepatnya kali ini sang teman rupanya lebih mempersiapkan diri daripada sekedar beruntung makanya sang Hoki pun mampir kepadanya.

Cap si beruntung juga kadang hinggap pada saya ketika beberapa kali saya memenangkan kuis di media sosial atau majalah, termasuk Majalah CHIC. Kuis yang pernah saya ikuti kebanyakan berhubungan dengan tulis menulis yang saya memang sukai. Mulai dari sekedar bikin pantun lucu, twit singkat promosi Follow suatu akun, sampai lomba nulis artikel singkat. Awalnya sekedar iseng-iseng aja memang, tapi sekarang mulai terasa menjadi sebagai alat bantu mengasah kemampuan menulis saya. Semakin saya sering menulis maka kemampuan saya mengolah kata pun akan meningkat, kalau ujung-ujungnya dapet hadiah ya bersyukur, That’s simple. Mau dibilang namanya selalu beruntung kek, administratornya gak hapal-hapal nama saya kek, saya memang berprinsip kalau kita nggak nyoba ya nggak bakal tau bakal dapet atau nggak, ya kan? hehehe..

Kalau ada quote yang bilang beruntung adalah ketika kesiapan bertemu dengan kesempatan itu adalah hal yang benar sekali. Menurut saya tidak semua keberuntungan itu jatuh dari langit, kadang keberuntungan bisa diciptakan. Kesiapan kita menghadapi tantangan tertentu juga mampu menghadirkan keberuntungan mampir ke hidup kita. Seorang produser film Hollywood terkenal Samuel Goldwyn pernah berkata, “The harder I work the luckier I get.” Saat pertama-tama mendengar quote tersebut rasanya kita akan skpetis dan memicingkan mata berkata masa sih?, tapi kemudian saya belajar untuk memahami dan kemudian membuktikan bahwa kata-kata tersebut tidaklah salah. Misalnya saja dalam bidang pekerjaan, pegawai yang memiliki abilitas pekerjaan yang lebih luas tentu akan lebih menonjol dibanding rekan yang lainnya. Apa keuntungan pegawai yang menonjol dibandingkan sejawatnya? tentu saja banyak keberuntungan akan menghampiri. Seperti promosi pekerjaan, tawaran training dan perjalanan dinas, kenaikan gaji, meluasnya koneksi dan lain-lain. Apakah itu keberuntungan? mungkin saja. Tapi saya lebih senang menyebutnya itu buah dari kerja keras. Saya pernah mencobanya dan itu berhasil sampai sekarang. Kalau pada saya berhasil tentu pada setiap orang pun akan berhasil walau dalam bentuk yang akan berbeda-beda.

Ngomongin keberuntungan, rasa-rasanya tujuan setiap orang menjadi beruntung ujungnya adalah memperoleh kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan pun akan berbeda setiap individunya, ada orang yang menganggap berpenampilan cantik sempurna sudah merupakan keberuntungan karena tidak banyak orang yang memilikinya, ada pula yang berpikir mempunyai keluarga yang kaya raya juga keberuntungan yang besar karena merupakah idaman setiap orang. Tapi kalau saya berpendapat, in my sotoy opinion setiap orang akan merasa beruntung kalau selalu bersyukur atas apapun yang telah di miliki. Kesehatan yang baik, keluarga yang utuh, harta yang dimiliki dengan cara halal, dan hidup dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita, dan seterusnya dan seterusnya tidak akan ada habisnya nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri.

Berpikirlah kau beruntung kawan, maka kau akan benar-benar beruntung, Coba deh! 🙂

Luck is believing you're lucky.

Luck is believing you’re lucky.

Commuterline Punya Cerita

Bekerja beda provinsi dari rumah ke kantor kayanya jadi hal yang lumrah sekarang ini. Ribuan mil ditempuh hanya untuk bekerja demi mencari sesuap nasi, satu truk emas murni, dan ridho Allah (Halahh..). Pekerja saat ini mungkin lebih banyak yang berasal dari luar Jakarta dari pada orang Jakartanya sendiri. Seperti pada rekan-rekan kantor di departemen saya kebanyakan berasal dari Bekasi, seputaran Tangerang-Ciputat-Serpong (Banten), dan sebagian ada yang berasal dari Bogor. Makanya saat Jakarta kebanjiran seperti pertengahan Januari 2013 yang lalu banyak yang tidak bisa masuk kerja bukan karena rumahnya banjir, tapi akses ke kantornya yang tidak bisa dilewati. Jarak tempuh yang jauh membuat para pekerja ini tidak memilih membawa kendaraan pribadi, sebagian memilih bermotor, sebagian besar memilih kereta sebagai tumpuan bekerja sehari-hari, termasuk saya. Kayanya udah kebayang gak sanggup aja deh kalau setiap hari harus bermacet-macetan dengan mobil pribadi atau angkot dijalan raya Jakarta yang kejam durjana itu.

Nikmatnya berkereta ke kantor adalah waktu jarak tempuh yang dipangkas cukup banyak bisa setengahnya atau bahkan lebih. Dengan biaya yang cukup terjangkau dan banyak pilihan jadwal keberangkatan cukup memanjakan pengguna kereta yang tadinya coba-coba jadi kecanduan. Saya berangkat dari rumah jam 06.20 atau 06.25 dengan kereta commuterline yang berangkat dari stasiun pondok ranji dekat rumah pukul 06.33 (di jadwal kertas PT.KAI) walau pada akhirnya bisa molor sekitar 5 menitan dari jadwal. Dengan berkereta saya bisa sampai kantor jam 07.12 sampai 07.25 tergantung traffic di seputaran BI dan Tugu tani. Bisa senyaman dan sesantai itu pergi kekantor saya sudah sangat bersyukur, karena jika dibandingkan dengan berangkot ria atau naik motor sekalipun pegel macetnya itu nggak tahan.
Naik kereta itu banyak memberi cerita menarik pada saya, apalagi kalau saat kebagian naik kereta ekonomi, seru-seru orangnya. Dikereta ekonomi yang ongkosnya hanya Rp.1500 jajananya saja di kereta bisa berkali-kali lipat daripada harga karcisnya. Dari minuman dan makanan kecil, Koran majalah, buah lokal dan import, iket rambut, handuk kecil, sampai kaos dalem. Lengkap kap kap… Ada satu pedagang mpek2 yang kreatif di kereta, abang mpek2 dagang sambil ngomong sendiri kenceng-kenceng begini, “Terereeeng!! Mpek-mpeknya baru datang nih! Rasanya Woooow…”. Sumpah, saya ngikik terus kalau liat abang yang satu ini, ceria banget dagangnya. Obrolan orang-orang dikasta menengah ini juga selalu seru didengar, bukan nguping yah tapi namanya juga desak-desakan di kereta mau nggak mau pasti kedengaranlah. Ada sekumpulan bapak-bapak asyik makan rambutan menggelar Koran duduk di lantai kereta seru banget obrolannya, pas saya dengerin ternyata ngobrolin kelakuannya Haji Muhidin, tokoh antagonis di sinetron Tukang Bubur naik Haji. Lucu sekaligus miris melihat mereka ngobrol seakan-akan tokoh Haji Muhidin itu benar-benar ada, atau bahkan tetangga mereka sendiri. Hahaha…

Lain lagi ceritanya kalau naik kereta AC commuterline, yang naik bisaanya kalangan menengah keatas. Mereka jarang mengobrol dan berkelompok (ada juga sih tapi jarang). Kebanyakan mereka eksekutif muda yang sibuk dengan gadgetnya sepanjang perjalanan kereta. Generasi menunduk! Sibuk mantengin social media atau main game dibanding bertukar senyum dengan yang lain. Riset sederhana saya, 3 dari 5 pengguna gadget di commuterline mantengin twitter, satunya lagi ngeliatin FB, dan sisa satunya lagi main game. kemudian 4 dari 5 orang tersebut adalah pengguna Blekberi dan satu orang sisanya adalah pengguna HP lain dan pasti sedang main game. That’s all.
Betapa sibuknya mereka saya nggak pernah berpikiran mereka jahat atau egois. Terlalu stress atau ketakutan maybe. Takut kecopetan, takut telat ngantor, takut nggak keangkut kereta, dst. Jadi bermain gadget bisa merupakan pelampiasannya menghentikan waktu sementara untuk bersenang-senang. Saya pernah 2x mau pingsan di kereta (hobi amat yah!). Pertama saat berangkat kantor dan kedua saat pulang kantor sekitar jam 7 malam. Gejalanya selalu sama, pandangan mata kabur dan tiba-tiba semuanya menjadi kuning dan dengkul lemes banget. Darah rendah saya niy malu-maluin banget. Tapi syukur Alhamdulillah semuanya saat itu terjadi selalu ada yang mau menolong. Ada bapak-bapak yang sampai mau memapah saya dan menemani sampai saya sadar dan memastikan saya baik-baik saja, dan ibu-ibu yang mau memberikan tempat duduknya untuk saya bergantian berdiri, ngasih permen pula. Setelah pusingnya reda ternyata ibu-ibu itu lagi hamil (haduuhhh..). Semoga Allah membalas kebaikan kalian yah, amiiin…

Apapun transportasi yang kalian pilih untuk bekerja, semangat ya. Jangan mau kalah dengan jahatnya macet Jakarta. Yakin deh Allah selalu melindungi dengan kita selalu mengingat Dia. Walau gaji sepertinya tidak kunjung memuaskan, bersyukurlah maka kita akan merasa cukup. 🙂

twitterland

twitterland

Hari itu Bernama Valentine day

Februari sebenernya bulan favorit saya, i like it more than my birthday month. Bukan karena valentinenya yah, tapi karena Februari adalah bulan yang singkat (Knapa hanya Februari yg 28 hari sih), banyak kuis yang menjajakan hadiah-hadiah menarik untuk dua orang, dan pada bulan itu juga banyak coklat yang dihias dengan indah. I love chocolate very much! Euforia ABG yang merayakan Valentine dengan lebay dan demanding of coklat lah yang membuat produsen berlomba2 menghias coklatnya dalam bentuk-bentuk yang sangat menarik (rasa standar harga gila-gilaan). I enjoy to see it.. Mulai dari coklat yang lolipop, cake, coklat berhadiah kartu ucapan, coklat berbandrol bersama boneka beruang, kembang, dll. Sangat variatif.

Saya muslim, dan saya tidak merayakan valentine. Namun cukuplah bagi saya sendiri untuk menikmati coklat untuk kesenangan pribadi semata. Sebenernya terakhir kali saya dapet coklat dari seseorang saat Valentine yah pas SMA aja dari pacar jaman dulu itu, dan kisahnya gak terlalu bagus untuk diceritakan. Oh iya, waktu kuliah juga pernah dapet cincin dari pacar saat itu yang sekarang jadi suami saya saat Valentine, cincinnya masih ada dan dipake sampe sekarang (udah 4-5 thn lewat). Perlini’s silver bermata satu, masih keren sampe hari gini. Mungkin itu aja sih yang terkenang, selebihnya gak ada apa-apa. 🙂

Hari kasih sayang? well tiap hari saya mencintai mama (juga papah) dan suami saya. Setiap waktu dan apa adanya mereka tanpa tunggu tanggal 14 februari. Tidak usahlah ikut-ikutan budaya yang jelas2 bukan budaya Islam dan budaya Indonesia. Dari pada beli kado-kado mahal, mending uangnya ditabung buat nikahin pacarnya ya… wkwkwkwkwk 😀

I love you Mom, I love you my hunbun.. :*

Butiran Hujan

Tahukah kawan,
Hujan yang turun kerap bernyanyi?
Menyanyikan lagu yang hanya didengar oleh mereka yang merindu Jika hanya kau mau mendengar

Didalam hujan tidak hanya butiran air yang Tuhan jatuhkan
Namun juga kepingan butiran kenangan
Jika hanya kau mau merasa

Didalam sinar matahari ada berkah yang Tuhan pancarkan

Didalam hujan tak kalah indah berkah yang Dia curahkan

Hujan selalu mengingatkanku pada dirimu
Senyum tawamu yang terhapus gerimis,
Manis..

Mendung selalu terlihat mesra dimataku,
Sehangat tatap matamu dan indah binarnya

Jika aku selalu menyimpanmu didalam butiran hujan
Maukah kau selalu mengenangku di setiap gumpalan awan?

Duhai kau sang butiran kenangan..
Sent from Emce’s BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL

Live Art Museum, Trick Art. Seru-seruan dengan lukisan

Saat jalan ke Mall nonton atau sekedar makan mungkin sudah biasa, berkunjung ke Live art museum bisa jadi pilihan yang menarik. Bagi yang gemar berfoto ria, kumpul bareng teman dengan kegiatan yang berbeda bisa banget lho mampir ke Korean Trick art di mall Pasaraya (Blok M Jakarta lantai 7). Museum yang dibuka sejak 1 november 2012 yang lalu ini mengambil beberapa Zona untuk dinikmati para pengunjungnya, seperti Zona Parodi Lukisan Terkenal, Zona ilusi Optik, Zona korea, Zona Hewan dan Zona Profesi. Museum yang buka setiap hari dari pukul 10 pagi sampai 10 malam ini mematok harga tiket Dewasa Rp.70.000 weekdays Rp.80.000 weekend, pelajar Rp. 60.000, sedangkan untuk Balita free entrance alias gratis. Tapi saya beli tiketnya lewat situs jual beli online dealgoing.com, lumayan loh diskonnya.. 🙂

Penyiar tv gadungan

Penyiar tv gadungan

buang2 cinta

buang2 cinta

awas dinosaurus!

awas dinosaurus!

emce van gogh

emce van gogh

Di dalam Zona Parodi lukisan terkenal pengunjung bisa menikmati foto bersama lukisan potret diri semisal dari Vincent van gogh, Leonardo Da Vinci, Millet dll. Zona Ilusi optik mampu memperkenalkan ilmu pengetahuan tentang seni dimana ruangan ilusi optic berbeda dengan kenyataan/realita, Zona Hewan dan Korea mampu membuat penonton seperti berfoto bersama binatang buas dan artis-artis korea terkenal. Sedangkan didalam zona profesi pengunjung bisa berpura-pura menjadi dokter, pembaca berita, sampai pemadam kebakaran. Seru deh!

Panah avatar

Panah avatar

wanna be there

wanna be there

fireman

fireman

Merobek Monalisa

Merobek Monalisa

bantu pungut yuks

bantu pungut yuks

gangnam style

gangnam style

Museum trick art serupa juga ada di mall Grand Indonesia yang mengusung tema Jepang. Harga tiketnya hanya selisih Rp.5000 lebih mahal. Tips apabila ingin berkunjung ke museum ini jangan lupa membawa kamera, berpakaianlah yang nyaman, berpose jangan tanggung-tanggung.

Berimajinasilah dan keluarkan ekspresi yang maksimal. Have fun!

demi kopi

demi kopi

ikannya loncat keluar

ikannya loncat keluar

upik abu

upik abu

Lamaran cuaca

Lamaran cuaca

dinosaurus lagiii..

dinosaurus lagiii..

pesuling

pesuling

flying with them

flying with them

korean girlband

korean girlband

sayap2 patah

sayap2 patah

putri duyung

putri duyung

kudaku lari pelan

kudaku lari pelan

nyeuseuh

nyeuseuh

ngafe dulu yuks

ngafe dulu yuks

jatoh deh kadonya

jatoh deh kadonya

aku punya sayap!

aku punya sayap!

Enjoy Jakarta, Enjoy Jakarta flood Emergency

Hujan di bulan Januari rasanya biasa saja karena emang udah dari sananya menjelang imlek pasti hujan, berkah katanya. Tapi hujan di tahun ini benar-benar stripping luar biasa. Seperti sinetron yang tayang tiap hari, hujan tahun ini juga datang setiap hari. Kadang sore sampai malam, kadang malam sampai ketemu pagi lagi. Intensitasnya yang sering ditambah macetnya gorong-gorong Jakarta adalah perfect match untuk membuat perfect flood.
Kamis 17 Januari 2013 adalah hari yang super dalam catatan hidup saya, karena baru pertama kalinya menaiki kereta commuterline yang tergenang diantara lautan banjir stasiun Tanah abang. Hahaha.. #miris

Miris duma?Lah itu mah pacarnya Judika! #eh Riris deng.. ;p

Jam setengah tujuh lebih delapan menit, kereta yang harusnya sudah datang dari lima menit yang lalu itu pagi ini datang telat. Tapi saya belum curiga ada apa2, tapi setelah setengah jam perjalanan dan kereta mulai melambat udah feeling not good deh. Mulai dari kebayoran perjalanan udah tersendat, padahal normalnya setengah jam itu sudah sampai tanah abang dari pondok ranji. Daaan,, eng ing eng.. satu setengah jam berlalu dan kereta masih aja nongkrong dengan manisnya di palmerah. Bbm mulai berdatangan dari temen2 kantor sesame roker (rombongan kereta) tanah abang. Teman2 sudah mulai berkeluh kesah karena resmi sudah terlambat datang ke kantor. Kaki saya pun klo bisa teriak udah pasti teriak deh pegel banget berdiri satu setengah jam. Cowo2 yang kebagian tempat duduk malah pada pura-pura tidur liat perempuan pada berdiri.. Empatimu pada kemana woy.. Et deh!!
Setelah misuh2 dalam hati akhirnya saya dapet tempat duduk juga looh.. Allah memang sangat pengasih dan penyayang.. #elus2betis

Sampai di tanah abang ternyata rel keretanya sudah terendam banjir semua sampai sebetis, listrik di kereta pun dipadamkan setelah sebelumnya AC dimatikan. Mantabbh..
akhirnya pintu kereta AC bertiket seharga delapan ribu rupiah itu pun dibuka. Dan terlihatlah banjir mengelilingi kereta yang saya naiki. Setelah hampir sejam stuck disana, orang-orang pun mulai memutuskan untuk balik pulang kerumah daripada meneruskan perjalanan ngantor. Saya pun mulai berpikir demikian, apalagi perut udah mulai keroncongan (ngelirik jam tangan dan sudah jam 9 lewat). Senangnya sih ketemu teman sekantor juga yang terjebak di kereta yang sama, jadi ada teman ngobrol.

Sebelumnya nih saya sempat ngerasa bete juga tentang pagi yang aneh ini, tapi klo saya bete pun keadaan tidak berubah. Saya mulai menerima keadaan dengan ikhlas, dari pada saya manyun mending dinikmati saja. Ikhlasin..
Setelah menata hati selesai, saya memutuskan untuk membuka bekal makan siang dan makan di dalam kereta!! Hahahahaha… Yaah dari pada maagh kambuh demi gengsi, jadi lah saya makan nasi dengan bakwan jagung di dalam kereta ditengah banjir. Orang-orang awalnya pada foto2 suasana banjir, eh kemudiang ngeliatin saya, bodo amat lah.. perut perut gue ini, hahaha
Karena gak bawa sendok saya makan pakai tangan deh, sayur sop yang dibawa gak dimakan karena susah gak ada mangkok. Serasa makan nasi padang deh.. wakakakak =))
Karena saya makan, teman yang lain juga ikut makan bekal makan siangnya deh. Dari pada sakit ya kaan..

Setelah makan kami bertiga (saya, mas anwar, n mba eka) akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki kembali lagi ke stasiun palmerah. jauhnya kira-kira 4 KM kali yah,ditempuh dengan 45 menit berjalan kaki. Setelah sampai palmerah, saya naik kereta arah balik ke Serpong, beristirahat dan memulihkan diri.

evakuasi penumpang comline serpong-tanah abang

evakuasi penumpang comline serpong-tanah abang

Waterboom tanah abang, bukan stasiun tanah abang

Waterboom tanah abang, bukan stasiun tanah abang

Bantaran Kali pintu air karet dan rumah-rumah bedeng

Bantaran Kali pintu air karet dan rumah-rumah bedeng

Dalam Perjalanan kembali ke Palmerah itu, saya baru perdana blusukan ke rumah bedeng bantaran stasiun tanah abang. Keluar masuk warung remang-remang yang hanya aktif diwaktu malam, tempat hiburan kaum pinggiran. Bau semerbak meruah dimana-mana, gak kalah meriahnya dengan deras air yang meluap diantara tembok-tembok rumah mereka, berusaha untuk mendobrak. Menyeramkan. kapan saja debit air meningkat maka rumah-rumah bedeng itu akan otomatis tersapu air kearah rel kereta. Astagfirullah..

kondisi Commmuterline di tanah abang

kondisi Commmuterline di tanah abang

Suasana emang udah gak kondusif ke kantor. Sayangi pekerjaan kita, tapi harus lebih sayangi diri kita sendiri. Sayamemang beruntung mengalami kebanjiran hanya di commuterline, bukan ditempat tinggal sendiri dan bukan bersama keluarga sendiri. Saya sungguh bersimpati melihat mereka di bantaran sungai karet berdiam diri pasrah dan kedinginan dirumah bedeng, mudah-mudahan musibah ini segera berlalu. Semoga Allah selalu melindungi dan memberi kesabaran serta kekuatan untuk saudara-saudara se-Jakarta raya yang kebanjiran.

ini cerita banjir Jakartaku, kalau kamu?

Enjoy Jakarta..
Jangan hanya menikmatinya saat bahagia, namun juga kita dapat membantu saat Jakarta menderita. Bantuan bukan hanya dengan sekedar harapan, kita bisa lebih membantu daripada sekedar itu.
Saya mau, kalau kamu?